Dimulai
dari sebuah kisah persahabatan dalam satu keluarga dimana musik (
ngeband ) menjadi salah satu media dalam menuangkan bakat, ide,
ekspresi, kreatifitas dan imajinasi ke dalam bentuk karya seni. Bermain
musik ( ngeband ) pada saat itu - tahun 1997, ngeband pertama kali di
usia sekolah menengah tingkat pertama dengan nama Kompopilan (Kelompok
Pilihan: Ryo(vokal/Rhytm), Man(bass), Awang(lead guitar), Anang(drums))
Band - adalah sebuah aktifitas yang menyenangkan bagi mereka dimana hal
tersebut menjadi awal yang penting dalam proses pembelajaran, bahwa
mereka memulainya dari sebuah kemauan diri yang disertai dengan perasaan
gembira. Aktifitas musik telah mereka lalui sebagai band pelajar saat
itu, dari proses latihan hingga pentas di berbagai acara seperti ulang
tahun dan acara-acara yang diselenggarakan oleh Sri Paduka Mangkoenagoro
IX di Pura Mangkunagaran. Ikatan persahabatan yang erat telah mendorong
mereka untuk melangkah lebih maju hingga terjadi perubahan formasi dalam
Kompopilan Band, yaitu Anang digantikan oleh Bayu (Kakak kandung Ryo)
pada posisi drums.
Memasuki usia sekolah menengah atas, Kompopilan mulai tampil di
event-event komersial, seperti acara PENSI yang diselenggarakan Radio
PTPN dimana saat itu sebagai band pembuka Group musik vokal WARNA – saat
itu Kompopilan membawakan lagu-lagu The Beatles. Saat itu pulalah
pertama kali lagu karya mereka ( Pengamen Kecil dan Sepi )
dipublikasikan secara live, dan tak lama kemudian lagu tersebut direcord
dan diputar pertama kali di radio PTPN Solo. Kemudian terjadi perubahan
formasi lagi, posisi lead guitar pada Awang digantikan oleh Dicky dan
penambahan personil yaitu Nino ( kakak kandung Dicky ) menempati posisi
keyboard. Maka terjadi pula perubahan warna musik yang mereka mainkan,
yaitu lebih beragam dan luas dalam berimprovisasi. Formasi ini tampil
pertama kali dengan nama WEST GATE pada Festival Band Pelajar dan meraih
juara harapan I dengan best guitar dan best keyboard– saat itu bintang
tamu adalah AB THREE, West Gate membawakan lagu DAN ( SO7 ) dan Can’t
Buy Me Love (The Beatles).
West Gate kemudian berubah nama menjadi Claredo dengan format dan warna
musik yang lebih soft/pop. Claredo band semakin intens dalam event-event
musik di kota Solo, yaitu sebagai band pembuka artis-artis musik populer
nasional seperti Andien feat. Elfa’s Scoria, Element band, D’Loyd,
Panbers,dan Koes Plus di Jogja- Claredo membawakan lagu-lagu Top 40 dan
Oldiest ( The Beatles, Bee Gees, Rolling Stones dsb). Hingga pada
Festival Cipta Lagu se- Jateng & DIY Th.1999, Claredo berhasil memetik
prestasi dengan meraih Komposisi Lagu Terbaik ( Senandungku, Ciptaan
Nino ) dan Juara III. Namun, dikarenakan perbedaan perspektif antara
Claredo dengan pihak manajemen, kemudian Bayu, Ryo dan Man memutuskan
untuk keluar dari manajemen, dan Claredo akhirnya membubarkan diri.
Setelah itu Bayu, Ryo dan Man mengalami kefakuman dalam aktifitas
ngeband dikarenakan kesibukan masing-masing.
Meskipun aktifitas ngeband terhenti saat itu, aktifitas persahabatan-
antara Ryo, Bayu dan Man- tetap berjalan dalam kekeluargaan, bahkan masa
tersebut merupakan masa produktif bagi mereka dalam menulis lagu.
Melewati masa perenungan tersebut, akhirnya pada tahun 2002 Bayu, Ryo
dan Man memulai kembali aktifitas ngeband dengan posisi lead guitar yang
ditempati oleh Banu ( adik kandung Ryo ). Dengan semangat dan formasi
baru inilah mereka ( Bayu, Ryo, Man, Banu ) kembali memasuki dunia
ngeband di bawah panji WEST GATE( Tahun 2002 ), yang memiliki makna
filosofis bagi mereka, WEST (barat) yaitu arah langkah matahari dalam
kesabaran, ketekunan dan kepastian sebagai wujud profesionalisme dalam
hukum alam yaitu pengabdian pada Sang Atasan ( Tuhan YME ). GATE (
gerbang ) yaitu pintu keluar-masuk, dalam hal ini adalah pintu masuknya
segala ide, kreatifitas, imajinasi dan ekspresi menjadi suatu karya yang
bermakna dan bermanfaat. Selain itu WEST GATE ( gerbang kulon/barat )
merupakan istilah tempat bahwa lokasi keseharian (base camp) mereka
berada di lingkungan Pura Mangkunagaran yaitu di sebelah gerbang barat.
Dari sinilah WEST GATE melanjutkan langkah meraih impian, menjadi sebuah
band yang mana dengan karya-karyanya, West Gate menjadi satu group band
yang bermakna dan bermanfaat bagi semua orang.
VISI
Melalui karya-karyanya mampu menjadi sebuah group band yang bermakna dan
bermanfaat bagi semualapisan masyarakat.
MISI
Menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan pihak-pihak yang
memungkinkan bagi West Gate untuk masuk dalam industri musik populer
nasional. Dengan adanya eksistensi keberhasilan West Gate di dalam
kancah musik populer nasional diharapkan mampu mengangkat nama besar
kota Surakarta sebagai kota budaya sekaligus mendorong motifasi serta
iklim persaingan positif di kalangan band – band lokal khususnya kota
Surakarta dan sekitarnya. Ikut memberikan dukungan baik moril maupun
materiel terhadap upaya pembinaan generasi muda ( anak dan remaja )
melalui musik.
KONSEP LAGU
Inspirasi ditangkap dari pengalaman-pengalaman hidup personilnya dan
orang-orang di sekitarnya, oleh pengetahuan dan pengalaman musikal
kemudian disusun dalam design estetika melodi dan syair yang tidak hanya
menyampaikan pesan romantika manusia, tetapi juga tentang Cinta dalam
arti luas, menyangkut kemanusiaan, kebangsaan, persahabatan dan
keluarga. West Gate menawarkan sajian musik minimalis dengan gaya atau
pola perpaduan antara Pop dengan Rock ‘n’ roll. Adapun pengolahan
aransemen dilakukan di studio- kami menyebutnya sebagai Laboratorium
Musik- dimana disana ada proses pemilihan pola skill, tekstur sound
instrumen dan penilaian rasa ( soul ) dari lagu yang dihasilkan.
The Beatles, sederhana namun memiliki kekayaan vareatif pola musiknya.
Led Zeppelin, Kasar namun penuh dengan olah rasa dan beat-beat yang
menghentak disertai alunan melodi blues. Koes Plus, musiknya jujur,
spontan dan sederhana. Bon Jovi, olah aransemen yang menyatu dengan tema
lagunya. Aerosmith, rock ‘n’ roll abiz. Cold Play, kuat dalam permainan
emosi yang terpadu dalam pola minimalis. Iwan Fals, Slank, mereka adalah
Dewan Perwakilan Rakyat di Republik Musik Populer Indonesia.
Semua yang tersebut di atas menjadi referensi West Gate dalam berkarya
meskipun masih banyak yang belum tersebutkan. Pada hakekatnya semua
musik apapun jenisnya adalah inspirasi bagi karya West Gate yang hingga
saat ini sudah terkumpul 42 lagu. Karya West Gate mencoba menyampaikan
kesederhanaan, kejujuran, kekompakan yang terangkum dalam satu warna
musik, musik West Gate.
STAGE RECORD
PENSI Radio PTPN bersama WARNA di Hotel Quality Solo, Th. 1997.
(Kompopilan Band)
JUARA HARAPAN 1 FKMS ( Festival Kawula Muda Surakarta ) SMUN 3 Solo
bersama AB THREE di Hotel Novotel Solo, Th. 1999. (West Gate)
Parade Band ANTI NARKOBA di Universitas Sebelas Maret Th. 1999.
Band Pembuka ELEMENT di Hotel Novotel Solo, Th. 1999. (West Gate)
Juara III & Komposisi Musik Terbaik FESTIVAL CIPTA LAGU se-Jateng &
DIY, Th. 2000. (Claredo)
Penampil PTPN MUSIC CAFÉ, Th. 2000. (Claredo)
HEXOS CUP 2000 di GOR Manahan Solo, Th. 2000. (Claredo)
Band Pembuka ELFA’S SECORIA Feat. Andien di Hotel Quality Solo, Th.
2000. (Claredo)
Band Pembuka D’LOYD di Hotel Quality Solo, Th. 2000. (Claredo)
Band Pembuka PANBERS di Hotel Quality Solo, Th. 2000. (Claredo)
Band Pembuka KOES PLUS di Yogyakarta, Th. 2000. (Claredo)
Launching TOYOTA di Graha Wisata Solo, Th. 2000. (Claredo)
Aniversary NADAMAS Music di Hotel Novotel, Th. 2003. (West Gate)
MUSIC PARTY 5th DERAS di Manahan, Th. 2003. (West Gate)
BOOM SUNDAY ON STREET part II di Manahan, Th. 2003. (West Gate)
Band Pembuka TOFU “ Classy on Campus “ di UNS, Agustus 2003.
PAGARS ( Parade Musik Rock ), 30 April 2004. (West Gate)
Home Concert I West Brothers Music Private & Studio, Mei 2004.
GRAND LAUNCHING TA TV Solo, September 2004. (West Gate)
Home Concert II West Brothers Music Private & Studio, Des’ 2004.
DISTRO (Dunia Indie Solo Radio) chart 3 besar, 2004 (West Gate)
Guest Star 11 KIDS DRUMS PERFORMANCE, Mei 2005. (West Gate)
On air ZAMS ( Zona Anak Muda Sukses ) TA TV Solo, Th. 2005.
Live Performace “MUSIK AKHIR BULAN GENAP #9” Teater Arena, Taman
Budaya Surakarta, Agustus 2005 (West Gate)
Road on the Train : Kemerdekaan RI, Agustus 2005. (West Gate)
Hari AIDS sedunia di Megaland Plaza Solo, Th. 2005. (West Gate)
Launching Shop & Win Solo Square mall with ORSKA, 29 Maret 2006.
Live Show Solo Grand Mall “Show Peduli Gempa Jogja & Jateng” Mei 2006
Band Pembuka Konser NAFF di GOR Manahan, September 2006.
Guest Star “Anti Narkoba Music Show”, Sukoharjo, September 2006
Live Show “Ngabuburit On The Street”, Oktober 2006
Band Pembuka Konser JIKUSTIK di UGM Jogja, November 2006.
Band Pembuka Konser LETTO di GOR Manahan, November 2006.
Band Pembuka Konser TOFU di Solo Grand Mall, November 2006.
Guest Star Acara “Final Sophie Martin” Solo Grand Mall, Desember 2006
Launching Album Perdana Luv “U”, 13 Desember 2006 Intro Café SGM
Guest Star di Pembukaan Festival Bonraja Sriwedari, Desember 2006
Guest Star di Jazzin Sriwedari, Desember 2006
Live Show “Rekor MURI Pohon Natal Tertinggi”, Desember 2006
Guest Star “Ulang Tahun ke- 3” METTA FM, Desember 2006
Band Pembuka KONSER KOLABORASI MUSISI JOGJA, Januari 2007 Java Café
Yogyakarta
Band Pembuka Konser JIKUSTIK di GOR UNS, Februari 2007
Guest Star Sweet 17 B’ Day Party, Intro Café Mei 2007
Guest Star “Meet & Greet Hak – Hak Penyiaran Solo” , Hotel Agas,
Agustus 2007
Guest Star Lomba “BINARAGA”, GOR Bhineka, September 2007
Guest Star “BEATLES NIGHT B’DAY PARTY”, September 2007
ALBUM PERTAMA
West Gate mengawali langkah memasuki industri musik dengan menjalin
kerja sama dengan PT.MUSIKITA sebagai label record company di kota Solo.
Bersama PT.MUSIKITA ingin mengangkat nama kota Solo di kancah Industri
musik nasional.
Album perdana yang bertitle LUV U ini merupakan kumpulan 10 lagu
WESTGATE yang berkisah mengenai cinta dalam ruang yang luas/ Universal ;
cinta kemanusiaan (Isak Hati), cinta kpd Ibu ( Tentang Bunda Ria ),
cinta kpd bangsa ( Indonesia Kita ), cinta kpd kota kelahiran ( Solo ),
cinta kpd diri sendiri (Ketika), cinta personal ( Menemukannya, Pesan
singkatku, U, Ketidakpastian, Aku dan Kalian ).
Konsep materi lagu dalam album ini adalah keharmonisan dalam
kesederhanaan, diharapkan bisa dengan mudah diterima dan dihayati oleh
pendengar pada umumnya. Kesederhanaan pola nada nyanyian dikemas dalam
nuansa pop, dikombinasikan dengan aksen-aksen pola permainan drum yang
minimalis namun vereatif, serta dihiasi oleh ornamen-ornamen melodi
gitar dengan pola blues & rock n roll dalam warna distorsi crunch yang
diperlengkap oleh alunan rhythm piano dan gitar akustik. Kesemuanya
terangkaikan dalam komposisi musik pop progresif, yang mana menjadi
warna karakter WESTGATE. Konsep pembuatan syair lagu yaitu puitik easy
listening, sehingga tanpa meninggalkan estetika sastra diharapkan bisa
dipahami dan dihayati oleh pendengar sehingga pesan WESTGATE yang
tertuang dalam lagu dapat tersampaikan dengan indah.
ABOUT SONG
Isak Hati, tercipta saat perang invasi AS terhadap Irak yang
mengakibatkan ribuan anak-anak kecil kehilangan keceriaan dan
kebahagiaan hingga seakan tidak ada lagi indah dan cinta di bumi ini.
Tentang Bunda Ria, tercipta saat sang bunda ( Mama Ria ) meninggal
dunia, lagu ini sebagai penghormatan sebesar-besarnya bagi Alm. Bunda
Ria, seorang Ibu dan sahabat WESTGATE. Indonesia Kita, tercipta untuk
menggugah generasi muda untuk bangga sebagai orang Indonesia. Solo,
bercerita tentang segala keindahan yang ada di kota kelahiran WESTGATE,
kota Solo ( Surakarta ).Ketika, sebuah lagu yang tercipta di saat
WESTGATE mengalami masa-masa yang berat, dimana kita harus menemukan
diri kita sendiri, dimana kita harus kuat mengalahkan dan mengenali diri
kita sendiri. Menemukannya, Pesan Singkatku, Aku dan kalian,
Ketidakpastian, U, merupakan pengalaman cinta WESTGATE dengan para
perempuan-perempuannya.